Showing posts with label Travel. Show all posts
Showing posts with label Travel. Show all posts

Wednesday, February 8, 2017

Published 3:21 AM by with 0 comment

Pianemo? Wow, Betapa Indahnya Bumi Papua...

Destinasi wisata Pianemo, di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat

Menginjakkan kaki di Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, untuk melihat pulau-pulau kecil bermunculan di tengah laut dengan pemandangan yang memesona merupakan pengalaman yang tak mungkin terlewatkan.

Kagum, takjub, bengong dengan keindahan alam Pianemo berkecamuk di kepala masing-masing peserta famtrip media dari Perancis yang diundang Kementerian Pariwisata begitu speed boat yang ditumpangi memasuki kawasan Pianemo, Kamis (5/5/2016).

Rasa kagum itu meledak tatkala Ais, nakhoda speed boat di tengah suara bising mesin speed boat berteriak, "Kita masuk Pianemo!"

Seketika para peserta famtrip yang terdiri dari media Perancis itu pada berhamburan keluar boat untuk memotret keindahan laut. Padahal, itu baru permulaan. Namun, kekaguman mengalahkan segalanya. Panas terik siang itu tak membuat mereka surut. Malah tambah asyik membidikkan kameranya.
Wisatawan menaiki tangga di destinasi wisata Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat
Ternyata sudah banyak wisatawan di Pianemo siang itu. Terlihat dari jejeran speed boat yang memenuhi dermaga.

Tanpa komando, peserta famtrip langsung turun ke dermaga dan sibuk memotret para pedagang kelapa, kepiting, dan minyak kelapa di sekitar dermaga.

"Pianemo merupakan 'Wayag mini' di Papua. Soalnya kalau ke Wayag perlu waktu 3-4 jam dari Waisai (ibu kota Kabupaten Raja Ampat). Melihat Pianemo, wisatawan merasa puas," kata Husna, Kasi Promosi Dinas Pariwisata Raja Ampat kepada KompasTravel.

Ucapan Husna terbukti di Pianemo. Anak tangga langsung dinaiki. Langkah demi langkah menuju puncak bukit. Bagi wisatawan usia muda, menaiki sebanyak 320 anak tangga jelas bukan masalah. Namun, bagi wisatawan yang sudah berumur, suara ngos-ngosan mulai terdengar.


Destinasi wisata Pianemo, di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat
Di tengah perjalanan memang ada tempat beristirahat, mengumpulkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan. "Memang umur tak bisa dibohongi," kata M Timmi Timothy Setia, Service Socio-Culturel KBRI Paris yang ikut dalam rombongan famtrip, sambil menaiki satu demi satu anak tangga.

Timmi yang sudah puluhan tahun tinggal di Perancis itu pun terlihat semangat menaiki tangga.

Demikian pula Made Wira Adikusuma, Kasubbid Perjalanan Minat Khusus dan Konvensi Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata.
Made Wira berupaya menyembunyikan rasa capeknya menaiki anak tangga itu. "Ayo, Pak," katanya memberi semangat kepada KompasTravel.

Mereka yang sudah naik ke atas dan dalam perjalanan menuruni anak tangga justru memberi motivasi agar terus berjalan. "Sudah dekat kok," kata seorang pengunjung sambil menunjuk ke atas.
Peserta famtrip media dari Perancis undangan Kemenpar di Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat
Jangan kaget kalau di tengah-tengah anak tangga menyembul batang pohon sehingga perjalanan agak sedikit terganggu. "Kami tidak boleh menebang pohon. Jadi kami biarkan," kata Sofyan, staf pegawai Kadis Pariwisata Raja Ampat yang ikut menemani rombongan famtrip ke Pianemo.

Setelah melewati 320 anak tangga dan mencapai puncak bukit, terbayarlah rasa capek itu. Pemandangan dari atas yang begitu menakjubkan. Di bawah terlihat bukit-bukit karst menjulang tinggi, seperti kerucut-kerucut yang tiba-tiba muncul berserakan dari dalam laut.

Keindahan alam Pianemo makin membuat wisatawan terpukau oleh warna air laut yang biru dan kehijauan. Panas terik siang itu memunculkan keindahan gugusan pulau-pulau karst itu. Meski terus menyeka keringat, Alessandro, peserta famtrip, tetap fokus memotret. "Wow, betapa indahnya," katanya berkali-kali.

Timmi juga tak henti-hentinya mengabadikan keindahan Pianemo melalui handycam-nya. "Di KBRI Paris, kami memiliki gambar seperti ini dipasang di dinding," tuturnya sambil mengelap keringat di wajahnya.


Peserta famtrip media dari Perancis undangan Kemenpar di Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat
Semua peserta famtrip sangat puas melihat keindahan Pianemo. Meski tak melihat gugusan pulau-pulau karst dalam jumlah banyak seperti di Wayag, tetapi melihat Pianemo sudah terobati.

Ketika turun tangga, giliran peserta famtrip memberi semangat kepada wisatawan yang sedang menaiki tangga. "Ayo Pak, sebentar lagi sampai," kata Made Wira kepada wisatawan yang sedang berhenti sejenak untuk mengumpulkan tenaga.

Keindahan Pianemo memang membuat kagum siapa pun yang melihatnya. Alam Papua memang menyimpan potensi pesona yang luar biasa untuk dinikmati pelancong dalam dan luar negeri.

Sebagai tempat wisata, sudah selayaknya Pianemo memiliki toilet karena fasilitas ini sangat diperlukan ketika wisatawan tiba di dermaga.


Destinasi wisata Pianemo, di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat
"Ya, mestinya sudah dipikirkan untuk membuat toilet di sini. Soalnya tadi ada tamu kita menanyakan toilet ketika speed boat merapat di dermaga," kata Made Wira.

Tanpa mengurangi keindahan Pianemo, agaknya fasilitas toilet itu perlu dipertimbangkan. Toilet memang ada, tetapi tersedia di homestay dan memerlukan speed boat untuk menuju pulau tersebut.

Begitulah, pesona Pianemo mampu "menyihir" wisatawan untuk betah berlama-lama di sana, tak peduli panas terik dan keinginan untuk buang air kecil....

Sumber: http://travel.kompas.com/
Baca Lengkap
      edit
Published 3:16 AM by with 0 comment

Jepara Tak Hanya Karimunjawa, Mari Wisata ke Pulau Panjang

Kontributor Semarang, Nazar Nurdin Pantai pasir putih membentang di Pulau Panjang, Jepara.


Wisata Jepara, Jawa Tengah, identik dengan Karimunjawa. Padahal ada Pulau Panjang yang tak kalah indah.
Wisatawan bisa menikmati keelokan pulau itu dengan biaya relatif terjangkau. Pulau itu bernama Pulau Panjang. Pulau dengan suguhan panorama alam, yang relatif terjaga keasriannya.
Perjalanan KompasTravel, Januari 2017 lalu terasa cukup mengasyikkan. Wisatawan yang hendak menuju Pulau Panjang bisa melalui dua jalur, yaitu jalur dari Pantai Kartini, Jepara, serta jalur dari Pantai Bandengan, Jepara. Dua jalur itu paling umum dilalui para wisatawan domestik.
Perjalanan dari dua pantai itu menuju Pulau Panjang memerlukan waktu kurang lebih 30 menit menggunakan kapal nelayan. Saat naik kapal, jangan khawatir dengan ombak laut, karena sejumlah perlengkapan keselamatan telah disediakan.
Kapal itu, terutama pada libur akhir pekan, juga standby di Dermaga Pantai Bandengan. Wisatawan yang hendak menuju pulau cukup membayar Rp 15.000 untuk satu paket keberangkatan dan kepulangan.
Tiba di Pulau Panjang, akan ada satu jembatan kayu yang digunakan untuk perjalanan kaki menuju pulau. Di sana sudah ada petugas yang akan meminta tarif masuk menuju gerbang objek wisata.
Setelah membayar retribusi masuk Rp 5.000, Anda bebas berpetualang menyusuri pulau, bermain air pantai yang jernih, serta berswafoto di tempat yang disediakan. Pulau Panjang mempunyai garis pantai yang berbeda Pantai Kartini, dan Pantai Bandengan.
Kontributor Semarang, Nazar Nurdin Tulisan “Taman Pulau Kecil Pulau Panjang” dijadikan objek foto oleh para wisatawan.
Pantai di pulau Panjang begitu hening, bersih, serta tak banyak polusi. Air di sekitar pantai jernih. Ikan kecil berenang bebas di atas karang yang terlihat sangat jelas.
Soal makanan jangan khawatir. Di dalam pulau, banyak warga yang mendagangkan aneka jajanan. Pengelola juga menawarkan sepeda bagi wisatawan yang hendak mengelilingi pulau ini. Juga ada yang menawarkan pelampung dan kacamata snorkel bagi wisatawan yang ingin snorkeling, serta peralatan camping untuk bermukim di pulau.
Pulau Panjang bisa diakses wisatawan setiap hari, tanpa terkecuali. Namun, jika hendak pergi wisata beramai-ramai disarankan untuk memilih hari libur atau akhir pekan.
Seorang warga Jepara, Haryana mengaku tiap akhir pekan mengantarkan wisatawan ke Pulau Panjang. Wisatawan yang menuju pulau itu rata-rata berwisata dari Pantai Bandengan, lalu melanjutkan perjalanan.
“Saya tiap akhir pekan ini mengantar. Satu kapal bisa diisi 20-25 orang,” ujar Haryana.
Berwisata di Pulau Panjang tidak perlu biaya mahal. Jika sudah sampai di Pantai Kartini, atau Pantai Bandengan, bisa melanjutkan perjalanan di Pulau Panjang atau melanjutkan perjalanan ke Pulau Karimunjawa. 

Sumber: http://travel.kompas.com/
Baca Lengkap
      edit
Published 3:13 AM by with 0 comment

Pulau Tikus, Destinasi yang Sedang "Hit" di Bengkulu

Pulau Tikus di Bengkulu. Kondisinya semakin memprihatinkan abrasi mengancam dan sebaran terumbu karang yang rusak akibat guguran batubara dari aktifitas bongkar muat kapal di wilayah itu.

Siapa sangka, Provinsi Bengkulu juga punya destinasi wisata bahari yang indah. Pulau Tikus terletak sekitar 10 mil laut dari Kota Bengkulu. Semakin lama, pulau ini semakin diminati oleh wisatawan.
"Permintaan paket wisata Pulau Tikus terus meningkat, terutama saat akhir pekan dan syaratnya cuaca perairan Bengkulu mendukung," kata Feri Vandalis, Wakil Direktur CV Wahana Mitra Karya sebagai penyedia kapal wisata ke Pulau Tikus, Senin (6/2/2017).
Pulau seluas 0,6 hektar itu diminati pengunung karena lokasinya yang dekat dengan Kota Bengkulu. Anda hanya perlu menyeberang pulau selama 40 menit menggunakan perahu nelayan atau kapal wisata khusus.
Pulau Tikus, Provinsi Bengkulu
 
Meski luasnya hanya 0,6 hektar, Pulau Tikus ditopang terumbu karang seluas 200 hektar.  Anda bisa menyambangi pulau ini dengan one day trip alias perjalanan satu hari.
"Sebagian besar pengunjung mengambil paket kunjungan selama sehari, berangkat pagi pulang sore," ucap Feri.

Wisatawan bisa menyewa peralatan snorkeling di pulau ini. Ada juga paket menyelam yang mulai disiapkan. Pengunjung cukup membayar Rp 200 ribu per orang dengan jumlah minimal 10 orang untuk setiap keberangkatan.
Wakil Wali Kota Bengkulu, Patriana Sosialinda saat menyelam di laut Pulau Tikus dan bermain bersama ikan Nemo.
Salah satu pengunjung wisata Pulau Tikus, Yayan mengatakan wisata bahari menjadi pengalaman unik karena dapat berinteraksi lebih dekat dengan ekosistem perairan.
"Biasanya wisata di pinggir pantai hanya menikmati laut dari pinggir, tapi di Pulau Tikus kita bisa berinteraksi dengan biota laut lewat snorkeling," katanya.

Sumber: http://travel.kompas.com/
Baca Lengkap
      edit

Tuesday, February 7, 2017

Published 11:09 PM by with 0 comment

Catat, Kalender Wisata Taman Wisata Candi Borobudur Tahun 2017

Manajemen Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko mengagendakan 25 acara yang akan diselenggarakan sepanjang 2017.

Catat, Kalender Wisata Taman Wisata Candi Borobudur Tahun 2017Candi Borobudur. (Thinkstock)
Manajemen Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko mengagendakan 25 acara yang akan diselenggarakan sepanjang 2017.
Beragam acara dari kuliner hingga olahraga mengambil tempat di tiga candi tersebut.
"Kita tampilkan (beragam event) karena market kita lebar. Ada yang bersifat religi karena kita tahu Prambanan itu candi Hindu dan Borobudur itu candi Buddha," jelas Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Edy Setijono saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (31/1/2017).
Ia mengatakan event-event tersebut diharapkan dapat berkontribusi mendatangkan wisatawan sebanyak 30 persen.
Laki-laki yang akrab di sapa Tio ini menyebut event-event itu sebagai salah satu cara menarik kunjungan wisatawan mancanegara.
Berikut kalender pariwisata tahun 2017 di Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.
1. Tawur Agung Prambanan, 27 Maret 
2. Ratu Boko Yoga & Meditation Day, 9 April
3. Lomba Cipta Kreasi Tari Borobudur, 11-12 April
4. Mandiri Jogja International Marathon, 17 April
5. Borobudur International Conference, 6-7 Mei
6. Borobudur Photo Contest, 1-30 Mei
7. Waisak di Borobudur, 11 Mei
8. Prambanan Music, Art, & Culture, 20 Mei
9. Prambanan International Yoga Day, 3 Juni
10. Borobudur Legoland Festival, 15-30 Juni
11. Sounds of Borobudur Cultural & Music Camp, 14-16 Juli
12. Mahakarya Borobudur Hair Style & Fashion, 22 Juli
13. Borobudur International Festival, 28-30 Juli
14. Prambanan Culinary Festival, 12-13 Agustus
15. Prambanan Jazz, 19-20 Agustus
16. Festival Tari Keraton Nusantara, 20-21 Agustus
17. Ratu Boko Festival, 22-24 September
18. Borobudur & Prambanan Water Color Heritage Exhibition, 25 September
19. Festival Gamelan Nusantara & Langen Cerita, 6 Oktober
20. Prambanan - Borobudur International Heritage Goo Wess Bike Tour, 28 Oktober
21. Prambanan Music Performance, 28 Oktober
22. Borobudur Cultural Feast, 17-18 Oktober
23. Jogja International Heritage Walk, 18-19 November
24. Borobudur International 10K, 26 November
25. Borobudur Nite, 31 Desember

(Wahyu Adityo Prodjo/Kompas Travel)
Baca Lengkap
      edit
Published 11:07 PM by with 0 comment

Bermimpi Mendaki Tujuh Gunung Tertinggi di Dunia? Simak Dulu Persiapannya

Untuk mencapai tujuh puncak tertinggi di dunia, dibutuhkan persiapan fisik, mental dan biaya yang tak murah.

Bermimpi Mendaki Tujuh Gunung Tertinggi di Dunia? Simak Dulu PersiapannyaGunung Kilimanjaro dipotret dari Taman Nasional Amboseli di Kenya. (Thinkstock)
Adakah dari Anda yang memiliki mimpi mendaki tujuh gunung tertinggi di dunia? Jika ya, bersiap-siaplah, karena semua itu memerlukan biaya yang tak murah. 
"Untuk naik gunung high altitude yang perlu disiapkan itu peralatan, fisik, pengetahuan tentang gunung, dan mental," kata General Manager The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition, Mahitala Unpar, Sebastian Prasetyo, Selasa (24/1/2017).
Pria yang akrab disapa Bastian ini mengatakan bahwa perencanaan waktu antara mendaki dan jeda istriahat antar gunung juga harus diperhatikan. Contohnya pada ekspedisi The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition, Mahitala Unpar, dua pendaki perempuan Fransiska Dimitri Inkirawang (23) dan Mathilda Dwi Lestari (23) memanfaatkan waktu jeda untuk terus berlatih. 
"Mereka selama dua tahun ini (ekspedisi dimulai tahun 2014) latihan fisik. Dalam tujuh hari persiapan fisik lima hari, dua hari istirahat tetapi iistirahatnya juga untuk spiritual seperti yoga dan wind of methods seperti hipnoterapi untuk menyiapkan diri di medan yang dingin," kata Bastian.
Selain itu, pengetahuan juga penting bagi ekspeditor. Menurut Bastian mencari tahu dari pengalaman orang, referensi buku, dan merumuskan latihan harus dilakukan oleh para penakluk tujuh gunung tertinggi.
"Hal yang paling penting adalah membangun mental, karena ada orang yang sudah tua dan kekurangan justru lebih kuat. Itu karena mental," kata Bastian. 
Ia mengatakan mendaki gunung-gunung tinggi dijadikan ajang latihan untuk sampai ke gunung tertinggi dunia yang juga memiliki suhu ekstrem, seperti Gunung Everest di Nepal. Lantas, berapa biaya yang diperlukan untuk mendaki tujuh gunung tertinggi di dunia?
Untuk gunung kelima, Vinson Massif, Bastian mengatakan ekspedisi The Women of Indonesia's  Seven Summits Expedition memerlukan biaya Rp 1,4 miliar.
"Untuk lima gunung ini sudah habis dua miliar lebih, yang dua gunung lagi belum dihitung," kata Bastian. Dalam ekspedisi tersebut ada tiga pendaki perempuan, satu di antaranya harus mundur saat sampai di gunung keempat yakni Gunung Aconcagua di Argentina karena sakit.
Tujuh gunung tertinggi di dunia yang menjadi impian banyak pendaki antara lain Gunung Cartenz di Papua, Gunung Elbrus di Rusia, Gunung Kilimanjaro di Tanzania, Gunung Aconcagua di Argentina, Gunung Vinson Massif di Antartika, Gunung Denali di Amerika Utara, dan Gunung Everest di Nepal.

(Silvita Agmasari/Kompas Travel)
Baca Lengkap
      edit
Published 11:06 PM by with 0 comment

Menjelajah Gugusan Nusa di Halmahera Selatan

Halmahera Selatan menawarkan keindahan gugusan nusanya yang siap menjejali daftar perjalanan para pelancong bahari.

Menjelajah Gugusan Nusa di Halmahera SelatanSebagian pulau-pulau di Kabupaten Halamahera Selatan, Maluku Utara, terlihat dari udara. (Ronny Adolof Buol/Kompas Travel)
Selidikilah kartografi Kabupaten Kepulauan Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara. Anda akan menemukan gugusan nusa di perairannya. Pastikan dalam penerbangan dari Ternate ke Labuha, ibu kota Halsel di pulau Bacan, anda duduk di dekat jendela.
Keelokan serakan nusa itu akan memanjakan mata anda. Kabupaten ini berlimpah lanskap bahari, sebab 78 persen dari total wilayah Halsel adalah garis pantai yang membentang sepanjang 31.484,40 kilometer. Jelas kekuatan potensi wisatanya adalah bahari.
Bupati Halsel, Bahrain Kasuba pun akan memprioritaskan pengembangan wisata bahari mulai tahun 2017. Dengan lebih dari 200 pulau yang dimilikinya, Halsel adalah surga dari nusa yang terserak bagi pemburu aroma bahari.
Penduduk yang ramah khas orang Timur Indonesia adalah sambutan penghangat persabahatan. Jangan tanya soal panoramanya. Anda akan terpesona dengan sajian alam yang akan selalu dirindukan kembali.
Mulai dari Panamboang
Anda bisa memulai kunjungan dari Panamboang, sebuah daerah berjarak sekitar 7 kilometer ke arah Selatan dari Labuha. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit berkendara untuk tiba di pelabuhan perikanannya.
Bersegeralah ke tepi pantainya. Bawah laut tepat di dermaga lamanya saja, telah menjadi target para diver, karena terumbu karang yang indah dan terjaga. Ikan-ikan pun bermanja hingga ke permukaan.
Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Halsel kini menjadikan bawah laut di Selat Panamboang menjadi salah satu spot penyelaman utama. Walaupun sangat dekat dengan pemukiman warga, namun sajian panorama bawah airnya begitu indah.
Tak salah jika ada kapal wisata rutin menyambangi Panamboang saban trip underwaternya sejak dari Ternate, demi menawarkan paket 12 hari dengan sebagian besar destinasinya ada di Halsel.
Pemandangan di salah satu sudut ...Pemandangan di salah satu sudut di Pulau Sali, Halmahera Selatan, Maluku Utara. (Ronny Adolof Buol/Kompas Travel)
Pada bulan-bulan tertentu, ketenangan permukaan laut di Panamboang begitu meneduhkan pelancong. Bahkan para bocah pun dengan gagahnya mengayuh sampan bermain seolah mencumbu laut.
Kearifan lokal membuat perahu dan kapal kayu menjadi penegas bahwa penduduk Panamboang sejatinya bergantung pada laut.
Kesibukan bongkar hasil tangkapan ikan dari perahu dan kapal nelayan menegaskan bahwa Halsel menumpuhkan salah satu penghasilan utama daerahnya dari sektor perikanan dan kelautan.
Negeri ini kaya dengan hasil laut. Jangan lupa puaskan lidah anda dengan mencecap kesegaran ikan beraneka jenis.
Ke Kusu dan Sali
Mari kita bergerak ke arah Timur Laut tepatnya ke pelabuhan Babang, yang merupakan pelabuhan utama di Halsel. Butuh waktu sekitar 45 menit dari Labuha menuju ke pelabuhan yang menjadi titik pergerakan warga dari pulau Bacan ke wilayah lain di Maluku Utara, terutama ke Ternate.
Di Babang, tersedia puluhan speed boat yang siap disewa untuk menikmati serakan nusa yang berada di antara Pulau Halmahera dan Pulau Bacan. Speed boat yang mampu mengangkut belasan penumpang itu akan menyusuri lautan yang tenang.
Arah tujuan kita adalah beberapa pulau yang begitu menggoda untuk dijelajahi. Salah satunya adalah Kusu, sebuah pulau tak berpenghuni yang kini tengah dikembangkan oleh Pemkab Halsel menjadi salah satu destinasi wisata bahari baru.
Sebagian dari pulau ini merupakan padang ilalang yang terlihat mencolok dari udara. Investor asing telah berkomitmen membangun resort dan mengembangkan wilayah sekitar Pulau Kusu. Perairan di sekitar Kusu adalah lokasi favorit para nelayan untuk menangkap ikan.
Beranjak dari Kusu, kita lanjutkan perjalanan menuju ke Sali. Pulau kecil ini menawarkan surga wisata bahari yang mungkin sulit ditemui di tempat lain. Sebuah resort dalam tahap penyelesaian pengerjaannya sedang dibangun di sini.
Dari Jeti yang menjadi tempat sandar speed boat, kejernihan air laut membuat terumbu karang di dasar dan ikan-ikan yang berenang terlihat dengan sangat jelas bahkan dengan mata telanjang.
Pemandangan di Babang, sebagai ...Pemandangan di Babang, sebagai pelabuhan utama di Halmahera Selatan, Maluku Utara. (Ronny Adolof Buol/Kompas Travel)
Anda akan langsung tergoda menceburkan diri ke kejernihan lautnya. Tapi, tahan dulu. Coba jelajahi pulau ini. Tak perlu berpeluh lebih untuk menjumpai burung Gosong Kelam (Megapodius freycinet).
Karena burung unik ini seakan tak terusik mencari makan di tepi pantai. Sementara itu, teriakan khas burung kakatua mengisi ruang udara yang sepi. Kepakan burung elang mencari mangsa seakan bersahutan dengan lengkingan berbagai suara burung lainnya.
Di saat Gosong menimbun telur super besarnya ditumpukan dedaunan yang dibangunnya, Penyu dengan asyiknya datang bertelur di pasir pantai. Deburan ombak yang lemah menjadi penambah orkestra alam yang sungguh sulit untuk dilupakan di Sali.
Jangan lupakan, di perairan Sali juga terdapat beberapa spot penyelaman dengan tingkat visibility yang tinggi. Dan tentu pesona bawah air yang akan menggoda para diver untuk terus kembali ke pulau ini.
Menuju Widi
Mari bergerak lagi dengan menempuh perjalanan laut lumayan jauh, menuju Widi. Dari Labuha dengan speed boat, Kepulauan Widi bisa ditempuh selama 4-5 jam.
Gugusan pulau ini bisa juga diakses dari daratan Pulau Halmahera dengan memulai perjalanan darat dari Saketa ke Gane Timur. Lalu ber-speed boat selama 2 jam.
Cukup jauh memang, tetapi pengorbanan itu akan terbayarkan dengan pasir putih nan luas, air laut jernih kebiruan, serta hamparan terumbu karang dengan aneka biodata lautnya. Saking indahnya, Kepulauan Widi sering dirupasamakan dengan Maladewa.
Keelokan Widi layak pula disandingkan dengan keindahan Kepulauan Mandeh dan Raja Ampat. Bahkan dengan kapal kayu, Raja Ampat bisa diakses dari Widi selama semalam perjalanan.
Bayangkan, pulau di Widi mencapai 99 buah, 3 atol dan 2 gugusan pulau yakni Daga Gane dan Daga Weda. Widi tersohor justru di kalangan wisatawan mancanegara. Kepulauan ini kelak akan menjadi destinasi wisata dunia.
Keanekaragaman hayati juga menjadi aset utama di wilayah ini, di samping kekayaan laut terutama ikan yang berlimpah. Sungguh Widi adalah surga yang akan selalu dirindukan.
Seakan belum cukup dengan itu, kepulauan ini masih dianugerahi dengan danau air tawar yang tepat bagi penyuka petualangan.
Sudah cukup? Tidak. Sebab, wisata bahari di Halsel tak hanya tiga pulau itu. Beberapa pulau lainnya adalah lansekap bahari yang patut didatangi.
Sebut saja, Pulau Nusa Raa, Pulau Lelei, Pulau Gura Ici, Pulau Kayoa, Pulau Kasiruta, Pantai Kupal, Pantai Derbi, Pantai Mandaoang, pasir putih Wayaua dan sejumlah lokasi yang masih bisa dijejali dalam daftar perjalanan.
Sungguh serakan nusa di negeri ini adalah surga yang akan menjadi magnet wisata bahari di Indonesia Timur. 

(Ronny Adolof Buol/Kompas Travel)
Baca Lengkap
      edit